Jenis Plastik Politen dan Polietilen

Polietilena atau disingkat dengan PE adalah termoplastik yang digunakan secara umum oleh konsumen sebagai kantong plastik. Sekitar 60 juta ton plastik diproduksi oleh pabrik plastik pada setiap tahunnya. Polietilena merupakan polimer yang terdiri dari rantai panjang monomer etilen. Di industri polimer, polietilena ditulis dengan menggunakan singkatan PE. Polietilena terdiri dari berbagai jenis berdasarkan tingkat kepadatan dan percabangan molekul. Berikut jenis dan sifat plastik PE, antara lain:

HDPE
Plastik ini mempunyai densitas yang melebihi atau sama dengan 0.941 g/cm3. HDPE memiliki derajat yang rendah dalam percabangannya serta memiliki kekuatan antar molekul yang sangat tinggi dan kekuatan tensil. HDPE dapat diproduksi dengan katalis kromium atau silika, katalis Ziegler-Natta, atau katalis metallocene. Plastik ini biasanya digunakan sebagai bahan pembuat botol susu, botol kemasan deterjen, pipa air, kemasan margarin dan tempat sampah.

LDPE
Plastik ini memiliki densitas 0.910–0.940 g/cm3, serta mempunyai derajat yang tinggi terhadap percabangan rantai panjang serta pendek, yang artinya tidak akan berubah menjadi struktur kristal. LDPE memiliki kekuatan antar molekul yang rendah, sehingga mengakibatkan LDPE memiliki kekuatan tensil yang rendah. LDPE diproduksi dengan menggunakan polimerisasi radikal bebas. Biasanya digunakan sebagai bahan container yang agak kuat, sebagai kantong plastik dan plastik pembungkus.


LLDPE
Plastik ini memiliki densitas antara 0.915–0.925 g/cm3. LLDPE merupakan polimer linier yang mempunyai percabangan rantai pendek dengan jumlah yang cukup signifikan. LLDPE memiliki kekuatan tensil yang lebih tinggi daripada LDPE serta memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap tekanan. Biasanya digunakan sebagai bahan pembungkus kabel, mainan, tutup kemasan, kontainer, ember dan pipa.

Polietilena umumnya dapat dilarutkan pada temperatur yang tinggi dalam hidrokarbon aromatik seperti toluena atau xilena, atau larutan terklorinasi seperti trikloroetana dan triklorobenzena. Penggunaan polietilena yang cukup luas dapat menjadi masalah lingkungan, karena polietilena dikategorikan sebagai sampah yang sulit didegradasi oleh alam, sehingga membutuhkan waktu ratusan tahun bagi alam untuk mendegradasinya secara lebih efisien. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran alam yang lebih serius apabila tidak segera di atasi.

Tetapi pada bulan Mei tahun 2008, Daniel Burd, remaja asal Kanada yang berusia 16 tahun, telah memenangkan Canada-Wide Science Fair di Ottawa setelah menemukan Sphingomonas, merupakan tipe bakteri yang mampu mendegradasi polietilena. Bersama dengan bakteri Pseudomonas, maka bakteri tersebut mampu mendegradasi PE lebih cepat. Demikian artikel tentang jenis dan sifat plastik politen. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi untuk anda. Plastik merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan, karena sifatnya yang tidak mudah dihancurkan, digunakan pada berbagai jenis industri termasuk untuk kemasan makanan. Oleh karena itu, anda sebaiknya lebih bijaksana dalam menggunakan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Comments are closed.

Scroll to Top